Simbolisasi membelah manusi berkeping keping, haus Seperti binatang buas.
Cinta yang otentik diperlukan ketenangan batin, akal hanya diperlukan untuk menilai.
Babak baru yang melatari semangat konsilidasi keindonesiaan di abad 20 oleh pakar, tokoh, ulama, cendekiawan memiliki sofwer kebangsaan yang didasarkan dari identitas masyakarat nusantara. Kendati, logika materil dari dialektika cita cita Nasionalisme itu terjebak dalam arus perubahan zaman, khususnya paham kebangsaan. Indonesia dipaksakan untuk merdeka agar sumber daya Indonesia tidak dikuasai burjuasi, kolonialisme dan lingkaran kapitalisme. tpi tampknya, paham nasionalisme berkedok kebangsaan demikian adalah dervitat dari feodalisme yang bermetamorfosa. Manusia Eropa di-paruh abad 19 Nasioalisme perlu kapitalisme agar sumber daya menjadi open source. sehingga sangat menampakan prinsip bahwa nasionalisme yang digaungkan seratus persen blum lepas dari feodalisme.
Prabowonomics berhasil merevolusi paradigma baru dari neoliberalisme ke sosialisme. Pergeseran ini hasil saintifikasi dari Bakom & Wantimpres Hanya bermodal gagasan KDMP & MBG. Sangatlah Distopia kalau istilah tomas Moor.
Logika sosialis yang mengalas perlawanan Nusantara terhadap bangsa burjuasi bukan sosialisme yang berkedok status quo, berkedok gizi, berkedok pertumbuhan ekonomi seperti dalam kerangka Filsafat kritisisme Roki Gerung dalam bayang-bayang MBG & KDMP.
Residu mentalitas dari era kolonialisme seperti menjadi stereotip, membentuk perilaku sosial individu & masyakarat _ ke konsep ideologi untuk memainkan kepetingan. Logika Bangsa ini dibekali dengan indentitas peredaim sosialis: lapisan masyarakat melawan hegemoni kolonialisme dengan kultur lokal. Sangat riskan, Jika perubahan sosial dlm tataran paradigma kita Masi terjerat dalam residu mentalitas lalu DNA perlawanan terserat dalam penjara hegemoni.
Angkat senjata, revolusi untuk mencegah kepunahan manusia..