Selamat, kalian berhasil menemukan metode paling hemat untuk membuka lahan: korek api. Tidak perlu alat berat, tidak perlu tenaga kerja, tidak perlu repot soal izin. Cukup bakar, tunggu, lalu tanam sawit di atas abunya. Efisien sekali, Pak. Sayang cuma negara dan rakyat yang menanggung ongkosnya. Dan jangan lupa laporan keberlanjutan kalian yang cantik itu. Halaman penuh foto daun hijau, kutipan soal "komitmen terhadap lingkungan", dan angka-angka yang entah dihitung pakai kalkulator planet mana. Luar biasa. Kalian bahkan lebih pandai menanam kata-kata manis daripada menanam pohon. Setiap kali titik api muncul, kalian kompak bilang, "Lahan itu bukan milik kami." Aneh, ya. Setiap kali panen untung, lahan itu mendadak milik kalian. Ajaib, api punya sopan santun: hanya membakar tanah yang tidak ada pemiliknya. Atau mungkin kalian berharap kami percaya bahwa hutan berusia ratusan tahun bisa terbakar sendiri, tepat di musim kalian butuh lahan baru. Sementara itu, sekolah diliburkan, bandara ditutup, dan anak-anak batuk di balik masker. Tapi tenang, kalian sudah berkontribusi besar pada ekonomi: ekonomi rumah sakit, ekonomi obat sesak napas, dan ekonomi masker N95.

CNN Indonesia
Daftar 7 Perusahaan di RI yang Diduga Singapura Terlibat Karhutla
Pemerintah Singapura merilis daftar tujuh perusahaan Indonesia diduga terlibat karhutla penyebab kabut asap lintas batas.
0 Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!